Label

Tampilkan postingan dengan label INFO ELEKTRONIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO ELEKTRONIKA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2013

sederhana Bikin Charger Hp di Sepeda motor


"bangun tidur merem lg, bangun lg, ngopi lg, habis ngopi nyalain komputer lg, trus posting lg hehe"
ini ada rangkaian amat sederhana buat anda bisa pakai di motor gan, kan lumayan bisa charg hp saat mengendarai motor / lg kepetnya karena buru2 berangkat sekolah / kerja gan,
tapi hati2 buatnya ya, bagi yang tidak terlalu mengerti elektronika mohon tanyakan ke yang lebih tau,
sesederhananya suatu karya, bila kita tak tau dasarnya, kita akan kesulitan juga hehe ..
oke simak aja gambar yang di persembahkan berusahaberguna.blogspot.com ini ..

Jumat, 15 Maret 2013

REGULATOR TEGANGAN DENGAN IC 78XX atau IC 79XX

Peralatan elektronik membutuhkan sumber tegangan dalam operasinya baik itu tegangan AC (Alternate current) atau DC (dirrect current) dan besarnya output sumber tegangan harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem elektronika itu sendiri.
Sumber tegangan AC dapat diperoleh di antaranya dari:
·         Listrik PLN
·         Motor Generator
Sumber tegangan DC dapat diperoleh di antaranya dari:
·         Battery (Accu)
·         Power Supply Buatan dengan sumber awal dari PLN yang telah diturunkan
Nah IC 78XX atau 79XX berfungsi agar kita bisa mendapatkan tegangan yang diinginkan, IC78XX untuk tegangan positif dan 79XX untuk tegangan negatif dalam sistem regulator tegangan.
Berikut adalah skema elektronik Regulator Tegangan menggunakan IC 78XX dan IC 79XX dimana “XX” adalah tegangan stabil DC output.

Senin, 11 Maret 2013

Mengapa Kita Bisa Kesetrum ?


 



Ada yang pernah merasakan kesetrum? Tahu khan kesetrum? Itu lho, tersengat arus listrik karena kebetulan kamu menyentuh kabel beraliran listrik, atau colokan listrik di dinding, atau juga saat kamu memasang lampu. Hati-hati ya, karena sengatan listrik ini bisa membahayakan jiwa kamu. 
Tapi pernahkan kamu melihat burung-burung bertengger di kabel listrik?
 Apakah mereka tidak kesetrum juga? Mengapa bisa begitu ya?

Sabtu, 09 Maret 2013

alat ukur elektronika dan fungsinya



Alat Ukur Elektronika dan Fungsinya | Alat ukur elektronik (listrik) merupakan perkakas/alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital.

Berikut adalah macam-macam alat ukur listrik :
  • Amper-meter
  • Voltmeter
  • Ohm-meter
  • Multimeter Analog/Digital
  • Oscilloscope
  • Generator fungsi
  • Digital Signal Analyzer
  • Spectrum meter 
  • dlL
1 Ampermeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.

Ampermeter


Ampermeter posisi nol di tengah
2. Voltmeter
Voltmeter adalah alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter).

Voltmeter
3. Ohm-meter
Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.
Ohm-meter
4. Multitester Analog/Digital
Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik yang sering dikenal sebagai VOAM (VolT, Ohm, Ampere meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
 
Multitester Digital


Multitester Analog
5. Oscilloscope
Oscilloscope/osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
osiloskop
6. Generator fungsi
Generator fungsi adalah alat ukur yang digunakan sebagai sumber pemicu yang diperlukan, merupakan bagian dari peralatan (software) uji coba elektronik yang digunakan untuk menciptakan gelombang listrik. Gelombang ini bisa berulang-ulang atau satu kali.

Generator fungsi
Generator fungsi analog umumnya menghasilkan gelombang segitiga sebagai dasar dari semua outputnya. Segitiga ini dihasilkan oleh kapasitor yang dimuat dan dilepas secara berulang-ulang dari sumber arus konstan.

Tipe lain dari generator fungsi adalah sub-sistem yang menyediakan output sebanding terhadap beberapa input. Contohnya, output berbentuk kesebandingan dengan akar kuadrat dari input. Alat seperti itu digunakan dalam sistem pengendali umpan dan komputer analog.

sumber klik (sumber)